5 Pertanyaan Tentang Negosiasi yang Sulit & Jawabannya

Septa Ida

Pertanyaan Tentang Negosiasi yang Sulit

AWRECEH.ID | Kali ini kami akan membagikan informasi tentang pertanyaan tentang negosiasi yang sulit beserta jawabannya. Negosiasi yang dimaksud berkaitan dengan gaji ya. Simak artikel ini sampai tuntas!

Negosiasi gaji bisa dilakukan oleh calon karyawan pada saat interview atau wawancara. Dengan melakukan negosiasi, diharapkan kamu bisa mendapatkan gaji yang sesuai harapan.

Tapi ketahuilah, tidak mudah menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar negosiasi gaji dari rekruter. Jangan sampai kamu menyuguhkan jawaban yang kurang pas sehingga kamu tidak bisa mendapatkan gaji sesuai harapan atau bahkan tidak diterima sebagai karyawan.

Inilah mengapa kami terdorong untuk membahas tentang pertanyaan tentang negosiasi yang sulit beserta jawabannya. Berikut penjelasan selengkapnya:

Pertanyaan Tentang Negosiasi yang Sulit & Jawabannya

Setidaknya ada tiga pertanyaan tentang negosiasi gaji yang diajukan oleh rekruter pada seleksi wawancara. Sebagai pelamar atau calon karyawan, kamu harus bisa memberikan jawaban yang tepat. Simak pertanyaan tentang negosiasi yang sulit beserta jawabannya secara lengkap di bawah ini!

1. Berapa Gaji yang Kamu Harapkan?

Pertanyaan tentang gaji yang diharapkan memang tampak sederhana. Tapi saat menghadap rekruter pada sesi wawancara, kamu mungkin kesulitan menjawabnya dengan baik.

Ada jawaban jitu yang bisa kamu sampaikan untuk menjawab pertanyaan tersebut. Sampaikan saja kisaran gaji berdasarkan gaji terakhirmu. Ini bisa menjadi pertimbangan tersendiri bagi HRD untuk menetapkan gajimu setelah diterima menjadi karyawan di perusahaan terkait.

Perlu diingat, gaji itu bersifat sangat rahasia. Oleh karenanya, kami tekankan lagi agar menyampaikan kisaran gaji berdasarkan gaji terakhirmu, bukan angka pasti. Begini kira-kira jawaban yang bisa kamu sampaikan:

“Menjawab pertanyaan yang Bapak/Ibu sampaikan, saya berharap gaji yang saya terima ke depannya tidak jauh berbeda dengan gaji terakhir yang saya terima. Adapun gaji terakhir saya berkisar di angka Rp 4 juta hingga Rp 5,5 juta.”

2. Perusahaan Menawarkan Gaji di Bawah Nilai Pasar

Bagaimana jika perusahaan menawarkan gaji di bawah nilai pasar atau UMR? Jadi kira-kira begini pertanyaannya, ‘kami menawarkan gaji Rp 3 juta untukmu, apakah kamu menerimanya?’. Kamu sebagai orang yang diwawancarai mengetahui kalau gaji sebesar itu lebih rendah dari UMR atau nilai pasar pada umumnya.

Nah, merespons pertanyaan semacam itu, kamu bisa mencoba untuk melakukan negosiasi. Jika perlu paparkan bahwa kamu bisa memberikan kemajuan yang berarti bagi perusahaan melalui pekerjaan yang kamu emban. Begini kira-kira jawaban yang pas untuk pertanyaan pada poin kedua ini:

“Terima kasih atas penawaran yang diberikan oleh Bapak/Ibu rekruter. Namun menurut riset yang telah saya lakukan, gaji sebesar itu lebih rendah dari UMR di daerah ini atau lebih rendah dari nilai pasar pada umumnya. Di sisi lain, saya mempunyai pengalaman selama 3 tahun di posisi X seperti posisi yang saya lamar ini. Saya memiliki pengalaman mencapai penjualan tinggi berkali-kali selama 6 bulan dan perusahaan terkait memberikan saya penghargaan sebagai karyawan terbaik. Oleh karenanya, saya ingin mengajukan negosiasi gaji di angka Rp 4 juta hingga Rp 5,5 juta.”

3. Negosiasi Gaji untuk Fresh Graduate

Mahasiswa yang baru lulus atau fresh graduate juga boleh menyampaikan negosiasi gaji pada sesi wawancara atau interview. Negosiasi gaji ini bisa disampaikan apabila perusahaan menawarkan gaji yang kurang sesuai.

Jadi, mahasiswa tidak perlu takut menyampaikan negosiasi gaji meski sebelumnya belum memiliki pengalaman kerja. Berikut kalimat negosiasi yang pas disampaikan oleh mahasiswa fresh graduate:

“Terima kasih atas penawaran gaji yang diberikan oleh Bapak/Ibu kepada saya. Namun, terkait penawaran gaji tersebut, saya ingin menyampaikan negosiasi. Saya merasa penawaran gaji yang diberikan oleh Bapak/Ibu kurang sesuai mengingat saya memiliki kompetensi dan pengalaman magang di posisi ini. Oleh karenanya, saya ingin mengajukan penyesuaian gaji di kisaran angka Rp 4 juta – 5 juta. Saya berharap Bapak/Ibu mempertimbangkan penyesuaian gaji yang saya sampaikan ini.”

Itulah tiga pertanyaan tentang negosiasi yang sulit beserta jawabannya. Semoga informasi ini dapat membantumu dalam menyampaikan negosiasi gaji pada sesi wawancara.

Perlu diingat, menyampaikan negosiasi gaji itu boleh-boleh saja asalkan dengan tutur kata yang sopan. Sebagai pelamar kerja, kamu harus menunjukkan sikap percaya diri ketika menyampaikan negosiasi gaji. Jelaskan kepada rekruter terkait pengalaman kerja, kualitas diri dan kemampuanmu dalam mengemban tugas di posisi yang dilamar. Dengan cara ini, negosiasi yang kamu sampaikan berpeluang disetujui oleh perusahaan.

Di sisi lain, kamu wajib mempersembahkan kinerja terbaikmu untuk perusahaan. Buktikan bahwa gaji yang kamu inginkan tersebut sesuai dengan nilai yang kamu persembahkan untuk perusahaan.

Itulah penjelasan terkait pertanyaan tentang negosiasi yang sulit beserta jawabannya. Semoga setelah membaca artikel ini kamu tidak ragu lagi dan makin percaya diri menyampaikan negosiasi gaji ketika menjalani seleksi wawancara. Semoga juga negosiasi gaji yang kamu inginkan disetujui oleh perusahaan.

Also Read

Leave a Comment